PARTAI NasDem Sulawesi Tengah, baru saja mengganti kader-kadernya yang menempati unsur pimpinan DPRD di empat daerah di Sulawesi Tengah. Masing-masing DPRD Donggala, DPRD Sulteng, kemudian DPRD Tojo Unauna dan DPRD Bangkep. Di antara, keempat kader Nasdem itu, tidak ada nama Mohamad Anugerah Pratama, Wakil Ketua DPRD Kota Palu, yang tak lain putra sulung Ketua DPW NasDem Sulteng, Nilam Sari Lawira.
Lolosnya putra kandung Ahmad Ali, mantan Ketua DPW NasDem yang melepas kesetiaannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Kaesang Pangarep itu, menjadi diskusi banyak kalangan. ‘’Tidak mungkin dia dirotasi, kan dia anaknya Ibu Ketua,’’ ujar salah satu pentolan NasDem yang dihubungi belum lama ini.
Kader Nasdem ini mengatakan, mengganti Anugerah Pratama adalah sesuatu yang tidak mungkin. Justru katanya, Anugerah Pratama, tetap dicarikan posisi politik untuk mengamankan proyeksi politik sang anak pada tahun-tahun kedepan.
Sekretaris Partai NasDem Fery Anwar membantah bocoran dari kader internal tersebut. Dihubungi, Minggu 1 Maret 2026, ia mengirim keterangan soal sebab musabab penggantian unsur pimpinan dewan yang memicu diskusi panjang itu. Menurut dia, penggantian itu semata-mata adalah penugasan partai.
Setiap kader NasDem yang ditunjuk sebagai pimpinan telah melalui proses pemanggilan, penandatanganan kesepakatan dan menerima penugasan resmi melalui SK DPP. Oleh karena itu, jika ada pimpinan yang tidak menjalankan tugas sesuai instruksi, DPP akan melakukan pergantian. Bagi NasDem, pergantian pimpinan DPRD adalah hal biasa dan bukan sesuatu yang istimewa.
Seluruh Anggota Legislatif (Aleg) NasDem Sulteng katanya, terus dievaluasi. Setiap pelanggaran aturan partai akan dikenakan sanksi tegas sesuai tingkat kesalahannya. Khusus bagi pimpinan DPRD, penugasan didasari kesepakatan antara DPP, DPW dan kader terkait. Jika kesepakatan ini dilanggar, DPP otomatis melakukan pergantian.
Ia menampik spekulasi bahwa penggantian kader-kader terbaik itu, karena ketidaksetujuan mereka terhadap Nilam Sari sebagai Ketua NasDem Sulteng mengingat suaminya Ahmad Ali sudah berpindah ke PSI – partai yang kelak menjadi kompetitor di Pemilu 2029 nanti. ‘’Tdk ada. Sama sekali bukan factor itu,’’ tulisnya pada pesan balasan yang dikirim ke redaksi.
Fery juga disodori pertanyaan tentang mengapa Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Anugerah Pratama posisinya tetap kokoh. Apakah karena kinerjanya dinilai masih bagus sehingga dipertahankan – atau ada alasan lain? Ia tidak menjawab lugas atas pertanyaan yang diajukan. ‘’Semua diberlakukan sama. Bila tdk menjalankan kesepakatan dan penugasan partai pasti diganti DPP partai NasDem,’’ tulisnya diplomatis.
Tak hanya posisi anak sulung yang disorot. Pergeseran posisi dari Aristan kepada Arnila HM Ali adik kandung Ahmad Ali sekaligus adik ipar Nilam Sari Lawira, memicu diskusi publik yang hangat. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik yang kental dengan nuansa dinasti.
Pemerhati politik Banggai, Ahmad Maulana, menilai Aristan merupakan aset strategis NasDem dari Dapil Kota Palu. ‘’Jika Kota Palu adalah barometer politik Sulawesi Tengah, maka Aristan adalah representasi utama yang seharusnya menjadi wajah NasDem di ibu kota provinsi,’’ tegasnya. Dari sisi kompetensi, keduanya mungkin setara. Namun, politik bukan sekadar soal kapasitas individu. Representasi kewilayahan merupakan aspek krusial yang harus dijaga, agar konstituen di ibu kota tetap merasa memiliki keterwakilan yang kuat di struktur pimpinan.
Masuknya Arnila HM Ali (Hj Tjica) menggantikan Aristan menyebabkan komposisi pimpinan DPRD Sulteng kini didominasi oleh figur asal Morowali. Kondisi ini memicu munculnya akronim satir di publik, yaitu ‘SDM’ atau ‘Semua Dari Morowali’.
Dari empat kursi pimpinan dewan, praktis hanya Arus Abdul Karim (Golkar) yang mewakili Dapil Palu. Sementara itu, tiga pimpinan lainnya Arnila HM Ali (NasDem), Syarifuddin Hafid (Demokrat) dan H. Ambo Dalle (Gerindra) seluruhnya berasal dari Dapil VI (Morowali dan Morowali Utara).
Jamin Kader NasDem Sulteng Tidak Hijrah ke PSI
Jejak kepemimpinan Ahmad Ali disebut-sebut masih membekas di internal NasDem Sulteng. Walaupun kini telah berpindah partai, pengaruhnya sulit dinafikan. ‘’SK-nya mungkin sudah tidak ada, tapi auranya masih sangat terasa. Terlebih lagi, kantor kami saat ini adalah rumah beliau,’’ kata seorang kader internal NasDem sambil tertawa kecil.
Ia memprediksi bahwa pada saatnya nanti, sebagian besar kader terutama yang berada di lingkaran terdekat Ahmad Ali akan melakukan eksodus ke PSI. ‘’Tunggu saja, menjelang pemilu mereka semua akan pindah,’’ ungkapnya. Meski begitu, ia mengaku tidak tertarik dengan skema tersebut. ‘’Saya akan tetap di NasDem, tidak perlu lompat-lompat ke sana kemari,’’ tegasnya menutup pembicaraan.”
Menanggapi isu tersebut, Fery Anwar membantah keras. Menurutnya, tidak ada rencana eksodus massal seperti yang dirumorkan. ‘’NasDem adalah NasDem, dan PSI adalah PSI. Memang ada beberapa tokoh dan kader, baik di tingkat nasional maupun daerah, yang telah berpindah ke PSI. Itu adalah hak politik individu yang tidak mungkin dilarang partai. Namun, menyimpulkan bahwa seluruh kader NasDem Sulteng akan pindah adalah kekeliruan besar,’’ tegasnya.
Bukti loyalitas kader terhadap partai besutan Surya Paloh ini tercermin dari agenda strategis yang tengah berjalan. Saat ini, NasDem Sulteng justru sedang melakukan akselerasi persiapan guna menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.”Sejak tahun 2026, kami sudah mematangkan daftar caleg untuk 2029 agar setiap kader memiliki kesiapan mental dan infrastruktur yang lebih panjang. Persiapan Pilkada pun kami mulai di tahun yang sama. Oleh karena itu, pintu NasDem Sulteng terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkompetisi secara sehat di Pileg maupun Pilkada mendatang. ***
Penulis: Yardin
Foto: dok pribadi
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak




