Save the Children Indonesia Luncurkan Program ELEVATE dan CORE di Luwu

DISKUSI - Suasana diskusi tentang, mengatasi kerentanan sosial yang digelar oleh Save the Children di Kabupaten Luwu Timur, Kamis 21 Mei 2026.

UNTUK memutus rantai kemiskinan struktural dan mengatasi kerentanan sosial secara holistik, Save the Children Indonesia resmi meluncurkan dua program strategis di Kabupaten Luwu Timur, Kamis  21 Mei 2026. Kedua inisiatif tersebut adalah Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women) dan Program CORE (Cocoa Resilience and Empowerment).

Langkah integratif ini dirancang untuk memperkuat pemenuhan hak anak, memperbaiki tata kelola perlindungan perempuan, sekaligus membangun ketangguhan ekonomi dan ketahanan iklim pada komunitas petani di wilayah Tana Luwu.

Kegiatan peluncuran yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PPM Bapperida, A. Yuniati, yang mewakili Bupati Luwu Timur. Agenda tersebut dihadiri oleh puluhan peserta lintas sektor, mulai dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan sektor swasta, hingga jejaring organisasi masyarakat sipil (CSO).

Peluncuran kedua program ini berlatar belakang pada kondisi sosiologis di Tana Luwu yang membutuhkan intervensi khusus. Berdasarkan data regional, sebanyak 65,29 persen perempuan di Sulawesi Selatan masih terbebani oleh pekerjaan domestik yang tidak dibayar serta sektor pertanian bernilai rendah. Di sisi lain, komunitas petani kakao di wilayah pedesaan juga masih dibayangi oleh keterbatasan akses finansial dan kerentanan terhadap dampak perubahan iklim.

Merespons tantangan tersebut, Program ELEVATE (2026–2029) yang didukung oleh Uni Eropa akan difokuskan pada 20 desa yang tersebar di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Menyadari bahwa kerentanan terhadap Kekerasan Berbasis Gender (KBG) erat kaitannya dengan ketergantungan finansial, program ini mengintegrasikan sistem respons KBG dengan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Women’s Economic Empowerment).

Hingga November 2029, ELEVATE menargetkan pemberian pelatihan ekonomi bagi 300 perempuan, inkubasi bisnis bagi 60 peserta terpilih, peningkatan kapasitas bagi 19 institusi penyedia layanan kasus, serta pembentukan 20 gugus tugas berbasis masyarakat di daerah terpencil. Dalam pelaksanaannya, Save the Children berkolaborasi dengan sejumlah mitra lokal, seperti Forum Pengada Layanan (FPL), LBH APIK, LPP Bone, Perkumpulan Wallacea, dan Sulawesi Cipta Forum.

Membangun Ketangguhan Komunitas Petani Kakao

Berjalan beriringan dengan isu gender, Program CORE hadir dengan dukungan Mars Impact Fund (MIF) untuk tiga tahun ke depan. Program ini berfokus membangun ketangguhan masyarakat di daerah pertanian kakao. Secara nasional, CORE mengintervensi 115 desa di lima provinsi. Namun, khusus di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, program ini memfokuskan sasarannya pada 13 desa fokus dan 20 desa klaster.

Melalui pembentukan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA), Program CORE berusaha menyediakan akses keuangan yang inklusif bagi perempuan dan kaum muda untuk membangun literasi keuangan, melakukan diversifikasi pendapatan, serta mengadopsi praktik pertanian cerdas iklim. Lebih dari itu, VSLA dioptimalkan menjadi ruang edukasi pola asuh positif guna mencegah praktik pekerja anak di sektor komoditas tersebut.

Senior Manager Agriculture Portfolio Lead Save the Children Indonesia, Ihawana Mustafa, menegaskan vitalnya pendekatan berbasis komunitas dan pelibatan aktif lokal dalam model pembangunan ini.

“Kemiskinan struktural dan fragmentasi tata kelola di tingkat lokal sering kali menempatkan anak-anak dan perempuan dalam posisi yang paling rentan. Melalui Program CORE dan ELEVATE, kami memperkuat kapasitas internal desa melalui Rencana Aksi Komunitas (CAP) yang dipimpin secara lokal.

Ketika perempuan berdaya secara finansial dan memiliki suara dalam pengambilan keputusan, ekosistem aman yang melindungi anak dari eksploitasi akan tercipta,” ujar Ihawana.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan komitmen penuhnya terhadap keberlanjutan program ini. Kabid PPM Bapperida Luwu Timur, A. Yuniati, menegaskan bahwa kehadiran ELEVATE dan CORE menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan penguatan kapasitas manusia secara inklusif.

“Kolaborasi multipihak ini merupakan langkah strategis untuk meruntuhkan tembok ketimpangan gender dan kemiskinan di Luwu Timur. Kami berkomitmen mendukung dan memastikan perempuan di desa memiliki kemandirian ekonomi, serta anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan,” kata Yuniati menyampaikan pesan Bupati.

Yuniati menambahkan, Bupati Luwu Timur telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD untuk bergerak cepat mengintegrasikan program kerja daerah agar dampak dari inisiatif ini bisa berkelanjutan.

Melalui keterpaduan program, penguatan tata kelola multipihak, serta dukungan dana hibah komunitas berskala kecil untuk solusi kesehatan, nutrisi, dan sanitasi (WASH), program ELEVATE dan CORE diharapkan mampu mencetak “Desa Mandiri” yang tangguh, inklusif, dan siap mengamankan masa depan generasi penerus di Tana Luwu. ***

teks & foto; Save the Children

Tinggalkan Balasan